SELAMAT DATANG DI WEBSITE BANK BPR SUMSEL MILIK PEMDA BERSAMA MEMBANGUN USAHA
Jum'at , 19 September 2014
Contact

Suku Bunga
BI Rate
5,75 %
LPS BANK UMUM
5,5 %
LPS BPR Rate
8 %
Deposito Rate*
8 %
Tabungan Rate*
6 %
 
Suku Bunga Dasar Kredit
Kredit Usaha Mikro Tanpa Agunan
11-14 %
Kredit Usaha Mikro
15-18 %
Kredit Usaha Kecil
15-18 %
Kredit Modal Kerja Koperasi
12-15 %
Kredit KMK Umum & Kontruksi
15-18 %
Kredit Multiguna
11-14 %
per 31 Mei 2012
*Syarat dan Ketentuan berlaku
Halaman Utama - Informasi & Berita
Bakrie Life Usul Cicilan Rp 2,2 Miliar

13-04-2012
Written by Administrator

JAKARTA, KOMPAS.com -  Desakan nasabah agar pengembalian dana atas produk asuransi berbalut investasi (unitlink) Diamond Investa di PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sedikit memberi titik terang. Manajemen Bakrie Life mengaku masih sanggup mengangsur pengembalian dana tersebut, tapi dengan menggunakan skema baru. Tapi, nasabah menolak skema baru itu karena hanya menguntungkan Bakrie Life saja.

Usulan skema baru ini muncul saat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kembali mempertemukan nasabah dengan manajemen dan pemilik Bakrie Life, Rabu (11/4/2012). Pertemuan berlangsung tertutup, wartawan dilarang masuk.

Wahyudi, salah satu nasabah bercerita, beberapa manajemen Bakrie Life datang ke pertemuan itu, termasuk Timoer Sutanto, Direktur Utama. Kemudian, pemilik Bakrie Life, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI), diwakili sejumlah manajemen.

Dari nasabah, ada tujuh orang yang merupakan perwakilan dari sejumlah daerah. Seperti Karawang, Jakarta, dan Bandung.

Freddy Koeshariono, salah seorang perwakilan nasabah mengatakan, pertemuan kali ini belum menghasilkan keputusan. Manajemen Bakrie Life mengusulkan skema baru untuk pengembalian dana. "Usulannya, mereka mengembalikan dana nasabah secara angsuran per bulan Rp 2,2 miliar selama lima tahun, setelah itu baru sisanya dilunasi," kata Freddy, usai pertemuan.

Permintaan jaminan

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, menjelaskan, skema baru itu merupakan usulan induk usaha. Namun, pemegang saham (keluarga Bakrie) memerintahkan agar besar angsuran Rp 4 miliar selama lima tahun.

Bila usulan pemegang saham itu disetujui, hingga tahun kelima nanti sudah terbayarkan sekitar Rp 240 miliar. Dengan demikian, dana nasabah yang belum dikembalikan hanya tersisa Rp 39 miliar.

Menurut Timoer, usulan pemegang saham dan grup itu telah menunjukkan komitmen untuk pengembalian dana. Memang, pengembalian dana harus diangsur, soalnya ada keterbatasan dana.

Selain itu, pembayaran secara angsuran itu juga demi kepentingan nasabah. Mengingat, sebagian besar nasabah Bakrie Life adalah pensiunan. "Mereka membutuhkan dana bulanan, makanya kami mengusulkan pengembalian dana secara angsuran per bulan," terang Timoer.

Ia mengaku, banyak nasabah keberatan dengan usulan itu. Nasabah meminta pembayaran berlangsung lebih singkat, sekitar tiga tahun. Nasabah juga meminta jaminan untuk mengantisipasi pelanggaran kesepakatan. "Sekarang usulan nasabah sedang kami sampaikan ke grup dan pemegang saham, jadi belum ada putusan," jelas Timoer. Namun, pemegang saham dan grup tidak keberatan dengan permintaan jaminan itu

Bapepam-LK akan memanggil kembali semua pihak terkait untuk penyelesaian masalah ini pada 25 April nanti. Semua nasabah akan dipanggil untuk menentukan skema pengembalian dana itu. Semoga saja, segera ada kejelasan pengembalian dana untuk para nasabah.

Aset Perbankan Syariah RI Terbesar Keempat Dunia

13-04-2012
Written by Administrator

BOGOR, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono mengatakan posisi nilai aset perbankan syariah Indonesia per akhir tahun lalu menduduki peringkat keempat terbesar di dunia setelah Iran, Malaysia dan Arab Saudi.

Saat berbicara dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2012 di Bogor, Kamis, Wakil Presiden mengatakan total aset perbankan syariah Indonesia per akhir tahun lalu lebih dari Rp140 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia juga lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan bank syariah di dunia. "Dalam catatan saya rata-rata pertumbuhan perbankan syariah di dunia sekitar 10 hingga 15 sementara pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai rata-rata 40 persen," katanya.


Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Sepekan

13-04-2012
Written by Administrator
NEW YORK, KOMPAS.com Harga kontrak emas mencatatkan kenaikan terbesar dalam sepekan terakhir pada perdagangan Kamis (12/4/2012) waktu setempat. Spekulasi bahwa the Federal Reserve akan meningkatkan penggelontoran stimulus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu pemicunya.

Pada pukul 13.50 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Juni naik 1,2 persen menjadi 1.680,60 dollar AS per troy ounce di COmex, New York. Ini merupakan kenaikan tertinggi untuk kontrak emas teraktif sejak 26 Maret lalu. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melesat 7,3 persen.

"Ada pengambilan risiko pada perdagangan emas seiring pelemahan dollar AS. Harga emas menanjak seiring dengan lonjakan di pasar komoditas dan pasar saham," tutur  Frank Lesh, trader FuturePath Trading di Chicago.

Sekadar informasi, Fed Chairman Janet Yellen mengungkapkan, biaya pinjaman AS akan tetap rendah hingga tahun 2014.

BI Rate Tetap 5,75 Persen

13-04-2012
Written by Administrator

JAKARTA, KOMPAS.com -  Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (12/4/2012), memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 5,75 persen.

Keputusan itu berdasarkan pertimbangan bahwa besaran suku bunga acuan masih konsisten dengan tekanan inflasi. Gubernur BI Darmin Nasution memaparkan hal itu dalam jumpa pers di BI, Kamis siang.

"Namun, BI mewaspadai kemungkinan tekanan inflasi yang akan muncul terkait kebijakan bahan bakar minyak di waktu yang akan datang," kata Darmin. Untuk itu, BI membuka peluang untuk melakukan kebijakan moneter terkait kemungkinan tersebut. 

Dollar AS Melemah, Harga Minyak Naik

13-04-2012
Written by Administrator

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah naik untuk hari kedua di New York, Kamis (12/4/2012) waktu setempat karena saham-saham Amerika Serikat (AS) naik dan dollar AS melemah terhadap euro karena adanya spekulasi bahwa bank-bank sentral akan menstimulus pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan moneter.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Mei 94 sen menjadi 103,64 dollar AS per barrel di Nymex. Sedangkan, minyak Brent untuk penetapan Mei juga naik 1,53 dollar AS, atau 1,3 persen, menjadi 121,71 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London. "Rencana stimulus mungkin akan berada di atas meja kembali dan itu tentu mendukung untuk komoditas," sebut Tom Bentz, Direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc, di New York, Kamis waktu setempat.

Wakil Gubernur Bank Sentral AS (the Fed), Janet Yellen, memberikan tanda bahwa biaya pinjam kemungkinan akan tetap rendah hingga 2014 seiring the Fed kehilangan targetnya untuk lapangan pekerjaan yang penuh dan menjaga inflasi untuk tetap terkendali. Langkah ini telah dipastikan the Fed pada bulan lalu, dan diumumkan pertama kali oleh the Fed pada bulan Januari 2012, di mana bank sentral akan menjaga suku bunga mendekati nol persen hingga 2014 dengan pertimbangan ekonomi tidak akan berubah banyak ke depannya.

Di tempat lain, Gubernur The Bank of Japan, Masaaki Shirakawa, Kamis waktu setempat, mengatakan, bank akan mengejar "powerful easing" demi mengatasi deflasi. Karena langkah-langkah bank sentral tersebut, indeks Standard & Poor's 500 menguat 1.4 persen. Sedangkan, dollar AS justru melemah 0.8 persen terhadap euro. Melemahnya dollar AS memberikan sentimen positif bagi komoditas sebagai alternatif investasi selain mata uang AS tersebut. "Kami bergerak secara tandem dengan saham-saham," tambah Tom.